Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Perbedaan UMR, UMP dan UMK?

Sebagai seorang pekerja atau karyawan, baik yang aktif maupun yang sedang mencari pekerjaan, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah UMR, UMP atau UMK. Bagi pencari kerja, saat sedang membaca lowongan pekerjaan, pasti yang di lihat terlebih dahulu adalah apakah gaji yang disediakan sesuai dengan UMR atau tidak. Jadi sebenarnya apa perbedaan UMR, UMP atau UMK? Berikut adalah ulasannya.

Perbedaan UMR UMP dan UMK

Ada beberapa rancangan yang ditetapkan dalam penentuan penetapan gaji / pengupahan di Indonesia. Pemilihan rencana ini yang akan mempengaruhi kisaran upah / gaji yang kemudian diterima oleh pekerja dari perusahaan. Besaran nya juga biasanya tergantung pada masing-masing daerah.

Umumnya menyesuaikan pada harga kebutuhan pokok, standar kelayakan hidup, tingkat inflasi, dan beberapa faktor lainnya sebab berkaitan dengan hak asasi manusia. upah minimum pekerja biasanya ditetapkan 1 tahun sekali. Penyebutan upah minimum ini biasa kita kenal UMR, UMP dan UMK.

Pengertian UMR, UMP dan UMK

Untuk memahami perbedaan UMR, UMP dan UMK, bisa kita ketahui dari Pengertiannya. Penetapannya diatur berdasarkan aturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 tahun 2013 sebagai berikut.

  • UMR
UMR merupakan singkatan dari Upah Minimum Regional. Penetapan UMR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 tahun 1999. UMR merupakan standar minimum upah yang diberikan para pengusaha atau pelaku industri untuk para pekerjanya yang ditentukan oleh gubernur disetiap daerah sebagai jaring pengaman yang mencakup wilayah provinsi.

Namun sekarang UMR telah dihapuskan dan telah diganti dengan sebutan UMP dan UMK oleh peraturan kementerian ketenagakerjaan yang baru. Meskipun begitu, istilah ini masih sering digunakan oleh masyarakat sebab dahulu UMR banyak digunakan untuk acuan penetapan nominal upah atau gaji minimum pekerja.

Kemudian mengalami revisi, melalui keputusan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 226 tahun 2000 UMR sebelumnya diganti menjadi dua tingkatan yaitu UMR tingkat 1 itu yang disebut UMP dan wmr tingkat dua yaitu UMK

  • UMP
Adalah singkatan dari Upah Minimum Provinsi. UMP merupakan pengganti dari UMR. Seluruh wilayah dalam satu provinsi baik kota maupun kabupaten adalah cakupan wilayah dari UMP.

  • UMK
Adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota yang mencakup dalam satu wilayah kabupaten atau kota tertentu. Penetapannya dipengaruhi oleh otonomi daerah dan UMP di mana kota atau kabupaten tersebut berada.

Selain UMP dan UMK, terdapat dua istilah lain dalam penetapan pengupahan. Yaitu UMSP ( Upah Minimun Sektoral Provinsi), dan UMSK (Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten). Penetapannya berdasarkan data dan informasi badan usaha atau sektor yang dimiliki oleh badan usaha seperti sektor pertanian, industri, otomotif dan lain-lain.

Ada kemungkinan suatu badan usaha tidak mampu membayar pekerja sesuai upah minimum yang telah di tetapkan. Jika hal ini terjadi, badan usaha harus melakukan penangguhan kepada Gubernur provinsi dimana badan usaha tersebut berpusat.

Gubernur berhak menolak atau menyetujui pengajuan dan memberi keputusan terhadap badan usaha tersebut. badan usaha yang melakukan pengajuan harus menyertakan nominal yang akan dibayarkan kepada pekerja. Jika terdapat pelanggaran, suatu badan usaha bisa mendapatkan sanksi.

Apabila terdapat pegawai atau pekerja yang tidak mendapatkan jatah bulanan sesuai yang ditentukan oleh pemerintah daerah, maka pekerja berhak mengajukan tuntutan melalui jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. Adapun prosedur penyelesaiannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial atau yang biasa dikenal dengan UU PPHI.
Bang Zay ✔
Bang Zay ✔ Saya seorang blogger yang mencoba berbagi lewat tulisan agar hidup lebih bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Apa Perbedaan UMR, UMP dan UMK?"

Berlangganan via Email