Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel Beserta Gambar

Apa perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel? itulah yang akan kita bahas pada artikel kali ini tentunya dengan contoh gambar agar dapat lebih dipahami. Saat ini rasanya tidak mudah hidup tanpa kehadiran listrik, mulai dari sebagai penerang ruangan maupun dipakai untuk menghidupkan perangkat elektronik.

Hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak bisa lepas dari listrik, oleh sebab itu setidaknya kita  mesti mengetahui rangkaian dasar dari sebuah listrik seri maupun paralel, terutama bagi anda yang sekolah jurusan kelistrikan, karena ini merupakan langkah awal sebelum membuat rangkaian listrik yang lebih rumit. Baiklah berikut ini merupakan perbedaan dari rangkai listrik paralel dan seri lengkap dengan contoh gambar serta keunggulan dan kekurangan dari kedua rangkaian listrik tersebut.

Pembahasan

Definisi / Pengertian Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

Rangkaian listrik seri adalah sebuah rangkaian listrik yang dibuat secara berurut/ berderet hanya dalam satu jalur aliran listrik.
Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang komponennya dibuat sejajar yang mana terdiri lebih dari satu arus listrik / bercabang (ada beberapa persimpangan) itu yang dinamakan paralel.

Contoh Gambar Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

Bisa dilihat diatas merupakan contoh perbedaan bentuk dari rangkaian listrik seri dan paralel dalam susunan kabel, lampu, baterai dan saklar
. Tentunya akan mempengaruhi penempatan komponen saat peng-aplikasiaan-nya. Maka dapat kita simpulkan:

Rangkaian Seri
  • Terihat sederhana, sejajar dan tidak memiliki percabangan
  • Arus listrik yang mengalir dari sumber tegangan hanya melalui 1 kabel yang sejajar
  • Komponen dan kabel yang digunakan lebih sedikit 
Rangkaian Paralel
  • Terlihat Kompleks, ada percabangan di masing-masing komponen
  • Arus listrik yang mengalir dari sumber tegangan melalui beberapa percabangan, sehingga diperlukan beberapa kabel tentunya mempengaruhi pembagian arah arus dan hambatannya.
  • Komponen dan kabel yang digunakan lebih banyak, bisa ditambahkan saklar ditiap-tiap sumber tegangan dan lampu (contohnya pada rangkaian listrik rumah tangga)

Perbedaan Rumus Dalam Rangkaian Seri dan Paralel

Tak hanya berbeda dari segi definisi dan bentuk rangkaiannya saja, Rangkaian Seri dan Paralel memiliki perbedaan dalam penghitungan rumus mulai dari kuat arus, besar tegangan dan hambatan, berikut ini penjelasan lengkapnya:

Kuat Arus
Kuat arus adalah Banyaknya muatan arus listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian dari 1 titik ke titik lainnya dalam satuan waktu. Satuan arus listrik dinyatakan dengan huruf A (ampere), dan dalam penulisan rumusnya ditulis dengan simbol I (current)
  • Rangkaian Seri: Jumlah muatan listrik yang mengalir di tiap hambatan adalah sama, sehingga diperoleh rumus I = I1 = I2 = I3 = I4
  • Rangkaian Paralel: Total kuat arus merupakan penjumlahan dari tiap-tiap hambatan, sehingga diperoleh rumus I = I1 + I2 + I3 + I4

Besaran Tegangan
Tegangan adalah Besaran energi potensial yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik dari 1 titik ke titik lainnya. Tegangan listrik dinyatakan dengan Volt (V). Untuk penghitungan rumusnya berbanding terbalik dengan rumus kuat arus, jadi diperoleh rumus;
  • Rangkaian Seri rumusnya V = V1 + V2 + V3 + V4
  • Rangkaian Paralel rumusnya V = V1 = V2 = V3 = V

Hambatan Listrik
Hambatan listrik atau disebut juga Resistensi listrik adalah kemampuan suatu benda / bahan untuk mencegah / menghambat aliran arus listrik. Resistensi dapat kita ketahui dengan perbandingan antara tegangan dan kuat arus yang melalui satu titik dalam suatu rangkaian. Rumus hambatan dinyatakan dengan R, maka untuk rumusnya;
  • Rangkaian Seri: R = R1 + R2 + R3 + R4
  • Rangkaian Paralel: R = 1/{(1/R1) + (1/R2) + (1/R3) + (1/R4) + ... }

Keunggulan dan Kelemahan Rangkaian Seri dan Paralel

Setelah mengetahui keterangan diatas mulai dari definisi, contoh penerapan komponennya, hingga rumus masing-masing kuat arus, tegangan dan hambatan, maka kita dapat menyimpulkan keunggulan dan kelemahan dari rangkaian seri dan paralel yang tentunya sangat berguna bagi kita untuk memilih rangkaian listrik mana yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun tugas dari sekolah.

Nah berikut ini keunggulan dan kelemahannya yang akan admin sampaikan dengan sebuah tabel.

Pembeda Seri Paralel
Susunan komponen Berurutan Bersusun/memiliki cabang
Penggunaan kabel dan saklar Lebih sedikit Lebih banyak
Cara pemasangan Lebih Mudah Lebih rumit
Jalur kabel/listrik Hanya 1 jalur Lebih dari 1 jalur (tergantung
komponen yang digunakan)
Kondisi komponen listrik Nyala lampu serentak/bersamaan Nyala lampu bisa disesuaikan
karena ada saklar ditiap-tiap lampu
Kontinuitas komponen Jika salah satu padam/rusak, maka
komponen lainnya tidak berfungsi/tidak
bekerja (karena tidak teraliri arus listrik)
Jika salah satu komponen padam/rusak,
komponen lain masih berfungsi (karena
adanya percabangan sehingga arus listrik
masih bisa mengalir)
Tegangan listrik Berbeda-beda, bohlam yang dekat
dengan sumber listrik
akan menyala lebih terang dibanding
bohlam yang terjauh
Sama, sebab memiliki beberapa
percabangan sehingga arus listrik
dapat mengalir melalui cabang yang lain

Demikian pembahasan mengenai perbedaan pada rangkaian listrik seri dan paralel, semoga bermanfaat dan dapat dipahami. Thanks
Bang Zay ✔
Bang Zay ✔ Saya seorang blogger yang mencoba berbagi lewat tulisan agar hidup lebih bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel Beserta Gambar"